Trigliserida terlalu tinggi (lebih dari 400 mg/dL) dapat menyebabkan pankreatitis akut. Kadar trigliserida tinggi disebabkan banyaknya konsumsi lemak tidak diimbagi dengan aktivitas fisik, sehingga lemak menumpuk dalam darah sebagai trigliserida.
Akibatnya, terjadi penebalan dinding pembuluh darah yang meningkatkan risiko penyakit stroke, diabetes tipe 2, gangguan metabolisme, hingga serangan jantung.
Trigliserida Berguna Sebagai Cadangan Energi
Lemak yang tidak digunakan tubuh akan diubah menjadi trigliserida sebagai cadangan energi. Ini berarti trigliserida dipakai jika sumber energi utama (glukosa) sudah habis. Trigliserida membantu dalam melancarkan metabolisme tubuh dan berperan sebagai pelindung tulang maupun organ dalam dari cedera. Maka itu, kamu dianjurkan untuk menjaga kadar trigliserida dalam tubuh dengan cara berikut ini:
- Rutin berolahraga, setidaknya 20-30 menit per hari. Aktivitas fisik bisa menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh. Kamu bisa mulai dari olahraga berintensitas ringan seperti berjalan kaki, lari, bersepeda, atau olahraga lain yang disukai.
- Batasi konsumsi gula. Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan asupan gula harian sekitar 50 gram per hari atau setara 5-9 sendok teh. Batasi juga asupan karbohidrat sederhana lain, seperti makanan dari tepung putih atau fruktosa.
- Pilih lemak sehat alias lemak tak jenuh. Misalnya kacang-kacangan, gandum utuh, ikan salmon, serta buah apel, pir, dan alpukat. Sebaiknya, ganti penggunaan minyak sayur dengan minyak zaitun atau kanola.
- Batasi konsumsi alkohol. Alasannya karena minuman ini cenderung tinggi kalori dan gula, sehingga berpotensi meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Alkohol tidak dianjurkan bagi pengidap hipertrigliseridemia.
- Berhenti merokok. Pasalnya selain menyebabkan stroke dan penyakit jantung, kebiasaan merokok juga memicu peningkatan kadar trigliserida dalam darah.
Apabila kadar trigliserida tetap tinggi setelah menerapkan gaya hidup sehat di atas, biasanya kamu diresepkan obat penurun kadar trigliserida. Di antaranya adalah obat golongan fibrat, statin, asam nikotinat (niacin), dan minyak ikan (asam lemak omega-3)
Pentingnya Cek Kadar Trigliserida
Kadar trigliserida bisa dipantau secara rutin melalui pemeriksaan profil lemak yang dilakukan tiap 4-6 tahun sekali. Tujuannya untuk memantau kadar lemak yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti jantung dan stroke. Kamu dianjurkan puasa selama 8-12 jam sebelum pengambilan darah untuk mendapatkan hasil yang akurat.
